Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi keamanan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia berada dalam kondisi terkendali. Polri terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.
Jenderal Sigit menjelaskan bahwa pengamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Polri telah membangun sinergi dengan kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, serta instansi lain yang memiliki tugas menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Listyo Sigit setelah menghadiri rapat tertutup bertajuk “Sinergi Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional” di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurutnya, koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk memantau setiap kegiatan yang berkaitan dengan perayaan kemerdekaan. Sejumlah agenda menuju puncak peringatan 17 Agustus juga telah mulai dilaksanakan oleh pemerintah.
Pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya acara. Fokus utama aparat adalah memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian perayaan dengan rasa aman.
Kapolri juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga suasana yang damai selama momentum kemerdekaan. Ia menekankan bahwa HUT Republik Indonesia merupakan perayaan bersama sehingga sudah sepatutnya disambut dengan kegiatan yang positif serta semangat menjaga persatuan.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan maupun perpecahan. Sebaliknya, momentum kemerdekaan perlu menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, nasionalisme, dan keutuhan bangsa.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago turut menyoroti pentingnya menjaga ketenangan masyarakat menjelang peringatan 17 Agustus. Hal tersebut disampaikan sebagai respons terhadap beredarnya sejumlah konten provokatif di media sosial yang membawa narasi mengenai potensi kerusuhan pada Agustus.
Djamari meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Konten bermuatan provokasi maupun kabar bohong dinilai dapat menimbulkan ketakutan dan mengganggu suasana menjelang perayaan hari kemerdekaan.
Ia berharap peringatan HUT ke-81 RI dapat berlangsung dengan penuh kegembiraan, bukan justru dibayangi kecemasan akibat narasi negatif yang disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Pemerintah bersama aparat keamanan pun terus berupaya menjaga stabilitas nasional serta memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani sejak dini. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat di seluruh wilayah menjadi bagian penting dari langkah pengamanan tersebut.
Dengan kerja sama seluruh elemen, masyarakat diharapkan dapat menyambut peringatan kemerdekaan secara tertib, aman, dan penuh sukacita. Pemerintah juga mengajak publik menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab dengan tidak menyebarkan informasi provokatif yang belum terverifikasi.
Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan serta menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan keutuhan bangsa.

