Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah Bitung, Sulawesi Utara, telah resmi berakhir.
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa status peringatan tersebut dicabut setelah pemantauan menunjukkan kondisi sudah aman.
Gempa tektonik tersebut terjadi pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut tenggara Kota Bitung. Guncangan dirasakan cukup kuat selama sekitar 10 hingga 20 detik di wilayah Bitung dan sekitarnya, serta terasa hingga Kota Ternate, Maluku Utara.
Akibat gempa tersebut, masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Laporan awal menyebutkan adanya kerusakan pada satu bangunan tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, serta dua rumah warga di Kelurahan Ganbesi, Ternate Selatan. Sementara di Kota Bitung, pendataan dampak masih terus dilakukan oleh BPBD setempat.
Sebelumnya, sistem peringatan dini mencatat adanya gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, sekitar 0,3 meter di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB, dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
Meski tidak signifikan, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gelombang susulan.

