SEMARANG – Semangat gotong royong menjadi pesan utama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) 2025–2028.
Acara berlangsung bersamaan dengan apel gladi lapang di Halaman Balaikota Semarang, Kamis (11/9), dan diikuti ratusan personel gabungan.
Agustina menyebut kesiapsiagaan adalah kunci. “Kita harus sigap agar setiap bencana dapat ditangani cepat. Semua pihak punya peran, semua harus terlibat,” katanya.
Simulasi lapangan menjadi daya tarik acara, memperagakan skenario evakuasi korban banjir dan tanah longsor. Warga yang hadir mendapat edukasi langsung bagaimana prosedur penyelamatan dilakukan.
Forkopimda Kota Semarang, BPBD Jateng, TNI, Polri, PMI, dan puluhan komunitas relawan hadir memperkuat semangat kebersamaan.
Agustina mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan koordinasi. “Semarang semakin hebat jika semua bekerja sama,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga peralatan dalam kondisi siap pakai, agar tidak ada hambatan saat darurat.
Dengan pengukuhan FPRB, Pemkot menargetkan respon bencana bisa dilakukan dalam hitungan menit. Hal ini diharapkan menekan angka korban dan kerugian.
“Semua terlibat, semua selamat,” menjadi seruan penutup apel pagi itu.
Reporter: Ismu Puruhito

