Pemprov Jateng Dorong PTS Gandeng Industri, Sediakan Hibah Rp16,6 Miliar

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk lebih aktif menjalin kerja sama dengan dunia industri. Dorongan ini diperkuat dengan alokasi hibah pendidikan senilai Rp16,6 miliar pada tahun 2025.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya link and match antara perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. “Lulusan harus sesuai kebutuhan industri. Itu yang jadi PR bersama,” ujarnya.

Ia juga meminta agar PTS tidak hanya mengandalkan dana hibah, tetapi memperluas kerja sama dengan perusahaan. “Forum bersama akan kami siapkan agar seluruh PTS bisa MoU dengan Pemprov maupun dunia usaha,” tambahnya.

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Jateng, Yasip Khasani, mengatakan alokasi hibah tahun ini naik dari Rp10,41 miliar menjadi Rp16,6 miliar. “Dana ini untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi dan angka partisipasi mahasiswa,” ujarnya.

Yasip menyebut, baru 30 PTS dari total 218 yang menjalin kerja sama dengan Pemprov. Targetnya, seluruh perguruan tinggi bisa ikut serta agar lebih banyak mahasiswa merasakan manfaat.

Sementara itu, Ketua Aptisi Jateng, Edi Noersasongko, mengungkapkan persoalan utama PTS adalah menurunnya penerimaan mahasiswa baru. Ia menilai hibah dan kerja sama beasiswa sangat membantu.

“Kami harap beasiswa dari perusahaan bisa menjadi solusi, sehingga PTS tetap bisa eksis dan berkembang,” katanya.

Pemprov Jateng juga menawarkan ruang kolaborasi riset dan inovasi. Dengan sinergi PTS dan industri, peran Tri Dharma perguruan tinggi akan semakin relevan bagi pembangunan daerah.

Dengan langkah ini, Pemprov optimistis ketersediaan SDM di Jawa Tengah semakin berkualitas.

Reporter: Raffa Danish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link