SEMARANG – Kota Semarang kini memiliki layanan kesehatan inovatif untuk penanganan Tuberkulosis (TBC). Lewat Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (OSS) TBC, warga dapat mengakses pemeriksaan komprehensif dalam sekali kunjungan ke Puskesmas.
Program ini diluncurkan Pemkot Semarang bersama Kementerian Kesehatan RI di Puskesmas Bangetayu, Kamis (4/9). Kota Semarang menargetkan bebas TBC pada 2028, lebih cepat dari target nasional 2030.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut OSS TBC memudahkan masyarakat. “Cukup sekali datang, langsung bisa tes molekuler dan rontgen AI. Gratis dan tanpa rujukan. Ini layanan kesehatan modern,” katanya.
Di Semarang, OSS TBC hadir di tiga Puskesmas, yakni Bangetayu, Ngaliyan, dan Gunungpati. Targetnya, 10.000 peserta Cek Kesehatan Gratis Plus (CKG Plus) dalam lima bulan uji coba.
Tes Cepat Molekuler mampu mendeteksi TBC hanya dalam hitungan menit menggunakan sampel dahak atau usap lidah. Sementara rontgen berbasis AI membaca foto toraks secara otomatis, sehingga hasil lebih cepat dan akurat.
Agustina menambahkan, dengan OSS TBC, deteksi dini lebih masif dilakukan. “Semakin cepat diketahui, semakin cepat diobati, rantai penularan pun bisa diputus,” tegasnya.
Kader kesehatan setempat menyambut baik layanan ini, karena masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan. Warga juga merasa lebih dekat dengan pemerintah.
Selain OSS, Pemkot memperkuat layanan primer dengan pembangunan rawat inap di Puskesmas Bangetayu.
OSS TBC juga menjadi bagian riset nasional untuk menilai kesiapan tenaga kesehatan, logistik, dan efisiensi biaya. Hasilnya akan menjadi acuan kebijakan eliminasi TBC di Indonesia.
“Semarang siap menjadi contoh daerah lain. Target 2028 adalah komitmen bersama,” pungkas Agustina.
Reporter: Ismu Puruhito

