Menjelang Festival Kali Banger, Pemkot Semarang Kebut Pembersihan Sungai

SEMARANG – Menyambut Festival Kali Banger yang akan digelar akhir pekan ini, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mempercepat kegiatan pembersihan sungai agar aliran air tetap lancar dan kawasan sekitar menjadi lebih tertata.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan bahwa kondisi Kali Banger membutuhkan penanganan intensif karena dipenuhi enceng gondok dan material yang menghambat. Menurutnya, kegiatan pembersihan ini menjadi momen penting mengembalikan fungsi sungai sebagai ruang publik.

“Pembersihan di Kali Banger kami percepat. Selain persiapan festival, kondisi sungai juga butuh perhatian karena banyaknya enceng gondok,” ujar Suwarto.

Sebelum beralih ke Kali Banger, Pemkot telah menyelesaikan pembersihan sepanjang Kali Semarang dari Gajahmada hingga Petudungan. Proses tersebut melibatkan 200 petugas gabungan dari berbagai unsur.

Suwarto menjelaskan bahwa pembersihan tidak hanya menyasar sampah dan ranting, tetapi juga memberikan peringatan kepada rumah-rumah yang berdiri di tepi sungai. Keberadaan rumah-rumah tersebut sempat menghambat akses pemadam saat terjadi kebakaran.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan untuk membina warga agar tidak membangun di bantaran sungai,” jelasnya.

Untuk ranting pohon yang tinggi, petugas menggunakan sky lift, sementara bagian dasar sungai dibersihkan secara manual karena alat berat tidak memungkinkan masuk.

Kegiatan pembersihan sungai ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi hingga awal 2026. Pemkot menilai sungai yang bersih akan mengurangi potensi banjir dan mempermudah aliran air.

Selain itu, DPU terus melakukan pengerukan sedimen gorong-gorong di sejumlah titik rawan genangan, termasuk Simpang Lima dan Gajahmada. Pengerukan dilakukan secara rutin agar saluran air tetap lancar ketika hujan deras.

Festival Kali Banger sendiri diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap fungsi sungai dan kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang partisipasi warga dalam memanfaatkan sungai sebagai ruang edukasi dan rekreasi.

“Masyarakat kami ajak ikut menjaga kebersihan sungai, karena upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa peran aktif warga,” tegas Suwarto.

Ia berharap rangkaian pembersihan dan festival ini mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sungai di Kota Semarang.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link