SEMARANG — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Jitu Meningkatkan Daya Saing Kafilah Menuju MTQ Tingkat Nasional di Hotel Pandanaran, Kamis (16/10). Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari pengurus LPTQ Kota dan LPTQ kecamatan se-Kota Semarang.
FGD ini menjadi bagian penting dari program kerja LPTQ tahun 2025, dengan fokus utama memperkuat pola pembinaan dan kesiapan kafilah menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026, di mana Kota Semarang akan menjadi tuan rumah.
Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, Labib, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembinaan kafilah akan dilakukan secara berjenjang dan terukur. “Kami ingin menyiapkan SDM terbaik, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi, agar Semarang siap menghadapi MTQ Nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kota Semarang sekaligus Pj Sekda, Budi Prakosa, menekankan pentingnya pembinaan karakter dan kualitas peserta. “Kita tidak hanya menargetkan juara, tapi juga menumbuhkan generasi Qur’ani yang berakhlak dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Budi juga mengingatkan bahwa tugas Kota Semarang cukup berat karena harus mempertahankan gelar Juara Umum MTQ Jawa Tengah yang telah diraih dua tahun berturut-turut. “Tentu, keberhasilan itu harus kita lanjutkan dengan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Semarang siap memberikan dukungan penuh, mulai dari penganggaran, fasilitas, hingga pelatihan intensif bagi peserta.
Dalam kesempatan yang sama, Muhtasit, Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, menilai potensi Semarang sangat besar. “Banyak santri lulusan pesantren besar dan akademisi yang kompeten di bidangnya. Ini modal luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar LPTQ segera membentuk Tim Penyelenggara dan Tim Pemenangan MTQ untuk memperkuat koordinasi antarlevel.
Sementara itu, Muhammad Ahsan, Kabag Kesra Setda Kota Semarang, menekankan pentingnya peran LPTQ Kecamatan dalam menjaring bibit unggul. “Dari kecamatanlah calon juara nasional akan lahir,” katanya.
Pemkot Semarang telah menyiapkan dukungan dana sebesar Rp90 juta untuk setiap kecamatan, sebagai bagian dari pembinaan dan seleksi peserta.
FGD ini juga menjadi ruang berbagi strategi antarkecamatan untuk memperkuat koordinasi pembinaan kafilah.
Dengan kegiatan ini, Semarang menunjukkan keseriusannya menjadi kota pembina talenta Qur’ani sekaligus tuan rumah yang siap berprestasi di tingkat nasional.
Reporter: Raffa Danish

