SEMARANG – Rencana kebijakan KUR tanpa agunan mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Semarang. Kebijakan ini dinilai mampu membuka ruang pertumbuhan baru bagi pelaku UMKM di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan bahwa pemerintah kota menunggu regulasi resmi untuk memastikan skema penyaluran berjalan sesuai prosedur. Ia meminta pelaku UMKM bersiap menyambut peluang besar tersebut.
Menurut Agustina, pembiayaan Rp1 juta hingga Rp100 juta tanpa agunan akan menjadi dorongan signifikan bagi usaha mikro yang ingin memperluas produksi maupun memperkuat modal kerja. Pemerintah kota siap melakukan pendampingan intensif.
Ia menjelaskan bahwa KUR merupakan intervensi pemerintah untuk memperkuat fondasi usaha kecil. Pemanfaatan dana secara produktif akan menentukan keberhasilan UMKM dalam menghadapi kompetisi pasar.
Agustina menilai bahwa UMKM harus meningkatkan inovasi untuk memastikan produk memiliki nilai tambah. Pemerintah daerah siap membantu melalui pelatihan dan akses informasi.
Dinas Koperasi dan UMKM disebut akan berperan dalam memberikan konsultasi usaha. Pendampingan mencakup perencanaan modal, branding, hingga strategi pemasaran digital.
Wali Kota mengingatkan agar pelaku usaha tidak menggunakan modal untuk kebutuhan konsumtif. Pinjaman harus diarahkan pada kebutuhan produksi agar memberikan dampak optimal bagi usaha.
Ia mengatakan bahwa tantangan terbesar bagi UMKM bukan sekadar permodalan, tetapi bagaimana mengelola usaha secara berkelanjutan. Pemerintah ingin UMKM mampu naik kelas.
Agustina memastikan bahwa program pendampingan pemerintah akan diperluas pada 2026. Pelaku usaha diminta memanfaatkan fasilitas konsultasi tanpa ragu.
Pemkot Semarang juga berharap adanya sinergi antara lembaga keuangan, pelaku usaha, dan pendamping UMKM untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil yang lebih cepat.
Menurutnya, semakin banyak UMKM yang berhasil, semakin kuat kontribusi ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi Kota Semarang.
Ia menambahkan bahwa literasi finansial harus menjadi perhatian utama. Banyak pelaku usaha yang belum memahami cara mengelola modal sehingga memerlukan edukasi lanjutan.
Pemerintah menyambut cerita sukses UMKM sebagai bagian dari indikator keberhasilan kebijakan. Agustina optimistis Semarang dapat menjadi salah satu kota dengan ekosistem UMKM terkuat di Jawa Tengah.
Reporter: Ismu Puruhito

