Komitmen Semarang Jadi Kota Sehat Terbukti Lewat Swasti Saba Wiwerda 2025

SEMARANG – Kota Semarang kembali menunjukkan efektivitas program pembangunan kesehatannya dengan meraih penghargaan Kota Sehat kategori Wiwerda pada Penganugerahan Swasti Saba dan STBM Award 2025. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis melalui siaran langsung Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (28/11), dan diikuti langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, yang mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng.

Agustina menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya setelah Kota Semarang dinyatakan menjadi salah satu dari 42 kota terbaik dalam penerapan program kota sehat. Menurutnya, penghargaan ini merupakan cerminan bahwa kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan telah berjalan secara konsisten dan efektif.

Ia menuturkan bahwa keberhasilan ini lahir dari proses panjang yang mencakup seleksi administrasi, validasi dokumen, hingga verifikasi lapangan. Dalam verifikasi tersebut, tim nasional meninjau 15 lokus yang mencerminkan beragam sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesiapsiagaan bencana, pengelolaan sanitasi, hingga fasilitas publik.

Setiap lokasi tersebut menggambarkan implementasi sembilan tatanan kota sehat. Lokasi-lokasi ini meliputi daycare, kampung tangguh bencana, fasilitas pendidikan, ruang publik seperti taman kota, instalasi air minum, bank sampah, rumah gizi, kampung budaya, hingga kawasan industri yang menerapkan standar kesehatan lingkungan.

Menurut Agustina, Kota Semarang terus meningkatkan kualitas tata kelola kota melalui penguatan sektor kesehatan lingkungan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperluas inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui kolaborasi lintas sektor.

Penghargaan Kota Sehat ini juga menunjukkan bahwa Semarang telah memiliki sistem respons yang cepat dalam menghadapi persoalan lingkungan, termasuk banjir, sanitasi buruk, hingga pengelolaan sampah. Hal ini didukung oleh perbaikan infrastruktur, peningkatan edukasi kesehatan publik, serta penguatan kesiapsiagaan bencana.

Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebut bahwa pencapaian ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Program STBM, bank sampah, rumah gizi, dan ruang publik berbasis komunitas dinilai memberikan kontribusi signifikan.

Selain upaya pemerintah, partisipasi masyarakat menjadi faktor penentu. Banyak komunitas lokal yang terlibat dalam program edukasi kesehatan, pengelolaan sampah, hingga pengawasan sanitasi lingkungan. Peran aktif mereka dinilai mampu memperkuat fondasi kota sehat secara menyeluruh.

Meski meraih penghargaan, Agustina menegaskan bahwa ini bukan akhir dari perjalanan Kota Semarang dalam membangun kota yang sehat dan layak huni. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga konsistensi layanan dan memperbaiki sektor-sektor yang menjadi tantangan.

Sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, Semarang membutuhkan strategi adaptif yang mampu merespons dinamika perubahan lingkungan dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, inovasi dalam teknologi kesehatan dan tata kota diproyeksikan menjadi fokus penting tahun-tahun mendatang.

Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025 diharapkan mampu mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya hidup sehat. Semarang diproyeksikan dapat menjadi model nasional untuk kota resilien yang berbasis pembangunan kesehatan dan berorientasi pada kesejahteraan warganya.

Dalam penutupnya, Agustina mengajak seluruh pihak menjaga semangat kolaborasi dan memastikan setiap program kesehatan tetap berjalan optimal. Ia optimis Kota Semarang mampu mempertahankan predikat sebagai kota yang sehat, inklusif, dan nyaman dihuni.

Reporter: Raffa Danish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link