SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang kembali meluncurkan terobosan baru dalam upaya menurunkan angka stunting. Program yang diberi nama KELUARGA CEMARA resmi diperkenalkan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, di Puskesmas Kedungmundu pada Rabu (10/9).
Agustina menegaskan, KELUARGA CEMARA merupakan kolaborasi lintas instansi. Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Disdalduk, DP3A, hingga Dinas Arsip dan Perpustakaan terlibat aktif dalam program ini.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan stunting butuh kerja sama seluruh pihak, termasuk masyarakat dan swasta. Program ini menjadi bentuk nyata komitmen kita menuju zero stunting,” ujarnya.
Program ini menyasar tiga kelompok strategis: remaja, ibu hamil, dan ibu dengan balita. Ketiganya dinilai sebagai kunci dalam memutus rantai stunting sejak dini.
Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari kelas edukasi interaktif, pemeriksaan kesehatan, pemberian suplemen gizi, hingga program kreatif yang menyenangkan. Pendekatan ini diharapkan membuat masyarakat lebih mudah menerima edukasi kesehatan.
Agustina juga menekankan pentingnya sanitasi dan infrastruktur dasar sebagai faktor penunjang pencegahan stunting. “Tidak hanya soal gizi dan pendidikan, tapi juga sanitasi. Semua harus dibenahi bersama,” katanya.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Semarang, per Agustus 2025 jumlah balita stunting mencapai 2.112 anak atau 2,77 persen dari total balita. Meski masih ada tantangan, angka ini menunjukkan tren penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Yang sudah stunting kita tangani, yang berpotensi stunting kita cegah agar tidak masuk kategori. Harapan saya grafik ini terus turun,” tandasnya.
Peluncuran program ini disambut antusias kader kesehatan, masyarakat, dan tokoh setempat. Pemkot berharap Semarang bisa menjadi model kota bebas stunting di Jawa Tengah.
Reporter: Ismu Puruhito

