Jawa Tengah Perkuat Ekosistem Otomotif dengan Insentif Pajak Kendaraan

SEMARANG – Jawa Tengah diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri otomotif nasional. Hal ini ditegaskan dengan kebijakan insentif pajak kendaraan bermotor yang diluncurkan Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.

Dalam Pergub Nomor 23 Tahun 2025, insentif diberikan kepada UMKM hingga perusahaan besar. Kebijakan ini mencakup diskon pajak kendaraan angkutan barang hingga efektif 72%, angkutan orang dari 50% menjadi 36%, serta potongan BBNKB I hingga 50% bagi investor.

Menurut Luthfi, langkah ini bukan hanya mendukung pelaku usaha, melainkan juga memperkuat ekosistem industri otomotif Jawa Tengah. “Kami ingin Jawa Tengah menjadi simpul penting otomotif nasional,” ujarnya di GIIAS the Series Semarang 2025.

Pameran otomotif tersebut diikuti lebih dari 50 merek kendaraan, termasuk enam brand baru. Luthfi berharap ajang ini menambah gairah transaksi masyarakat sekaligus memperkuat citra Jateng sebagai pasar otomotif besar.

Anton Kumonty, Ketua Harian Gaikindo, menambahkan bahwa kontribusi Jawa Tengah terhadap distribusi kendaraan bermotor nasional mencapai 5,2% pada kuartal I 2025.

“Selain pasar, Jateng memiliki industri pendukung kuat seperti karoseri dan komponen kendaraan. Ini menjadikan Jateng punya posisi strategis di peta otomotif nasional,” jelas Anton.

Dengan insentif pajak, Pemprov Jateng berharap industri otomotif terus tumbuh, menarik investasi baru, serta mendongkrak pendapatan asli daerah.

Kebijakan ini juga sejalan dengan target pemerintah pusat untuk menjadikan industri otomotif sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Jawa Tengah diprediksi akan semakin dilirik produsen kendaraan bermotor dan industri pendukung sebagai lokasi ekspansi strategis.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link