Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

JAKARTA – Jawa Tengah melangkah maju dengan menyiapkan tujuh rumah sakit daerah sebagai penyelenggara program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based Specialist Education).

Direktur RSUD dr. Moewardi, dr. Zulfachmi Wahab, menyebut program ini terobosan penting dalam dunia pendidikan kedokteran. “Ini akan mempercepat lahirnya tenaga dokter spesialis yang selama ini terbatas karena hanya dilakukan universitas,” katanya dalam konferensi PGME di Jakarta.

Ketujuh rumah sakit tersebut tersebar di Surakarta, Banyumas, Jepara, Klaten, dan Semarang. “Dengan kapasitas dan fasilitas yang ada, mereka siap melahirkan dokter spesialis baru di berbagai bidang,” tambahnya.

Sekda Jateng, Sumarno, menjelaskan saat ini dua RSUD, Moewardi dan Margono, sudah mulai menjalankan program. “Dengan dukungan tujuh RSUD, ketersediaan dokter spesialis di Jateng bisa lebih cepat terpenuhi,” ujarnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mendukung penuh langkah ini. Menurutnya, transformasi pendidikan tenaga kesehatan akan memperluas akses layanan spesialis hingga ke daerah. “Harapan kita, tidak ada lagi antrean panjang untuk layanan kritis seperti operasi jantung,” katanya.

Selain mendukung ketersediaan tenaga medis, program ini juga memberi peluang besar bagi dokter muda untuk mendapat pendidikan berkualitas langsung di lapangan.

Dalam acara ini, rumah sakit pendidikan juga menerima sertifikat akreditasi internasional dari ACGME serta kesepakatan bersama pemerintah pusat–daerah terkait pemerataan layanan.

Program hospital based ini diharapkan mampu jadi model baru pendidikan kedokteran nasional, sekaligus mempercepat pencapaian Indonesia Sehat 2027.

Dengan semakin banyak rumah sakit jadi pusat pendidikan, pemerataan dokter spesialis tidak lagi sebatas wacana. “Jateng siap menjadi contoh,” kata Zulfachmi.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *