SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 tahun 2025 dengan penuh semangat kebersamaan di kompleks GOR Jatidiri, Kota Semarang, Selasa (9/9). Acara ini menghadirkan ratusan atlet, pelatih, masyarakat, dan pejabat penting daerah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, bersama Sekda Jateng, Sumarno, hadir langsung memimpin peringatan. Mereka menegaskan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga media menyatukan masyarakat.
Tema tahun ini, “Olahraga Satukan Kita”, dipilih untuk mempertegas peran olahraga dalam merajut persatuan. Kepala Disporapar Jateng, Masrofi, menyebut momentum ini penting untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.
Berbagai induk organisasi olahraga seperti KONI, KORMI, NPCI, dan SOIna turut serta meramaikan peringatan. Kehadiran mereka menegaskan komitmen lintas sektor dalam memajukan dunia olahraga di Jawa Tengah.
Prestasi olahraga Jateng belakangan ini juga menjadi sorotan. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Jawa Tengah masuk lima besar nasional. NPCI Jateng bahkan berhasil mempertahankan gelar juara umum, membuktikan pembinaan olahraga disabilitas berjalan optimal.
Taj Yasin menegaskan olahraga adalah jalan untuk membangun bangsa. “Semangat kita sama, membangun Indonesia. Mari kita bangun Indonesia dengan olahraga,” serunya di hadapan peserta.
Selain apresiasi kepada atlet, ia juga memberi penghormatan bagi pelatih dan seluruh insan olahraga yang berperan dalam membina generasi muda. Menurutnya, olahraga bisa menjadi sarana pendidikan karakter dan perekat sosial.
Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat Jateng untuk menjaga pola hidup sehat. Pemerintah berkomitmen menghadirkan program pembinaan olahraga yang merata dari perkotaan hingga pedesaan.
Tak hanya di bidang prestasi, olahraga masyarakat juga digencarkan melalui event-event rekreatif agar partisipasi warga semakin luas.
Dengan semangat Haornas, Pemprov Jateng berharap olahraga semakin menjadi gaya hidup masyarakat sekaligus sarana memperkuat persatuan bangsa.
Reporter: Raffa Danish

