SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan seluruh korban kecelakaan bus rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor di Tol Pemalang-Batang KM 32-B mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Empat korban meninggal dunia akan menerima santunan dari PT Jasa Raharja sebesar Rp50 juta per orang, sedangkan korban luka-luka memperoleh jaminan biaya pengobatan hingga Rp20 juta.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga yang dibiarkan menanggung biaya pengobatan sendiri. “Kalau ternyata biaya melebihi Rp20 juta, Pemkot akan menanggung kekurangannya agar semua korban bisa mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa beban,” ujarnya, Senin (27/10).
Agustina juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk berkoordinasi langsung dengan pihak rumah sakit tempat korban dirawat. “Dinkes akan ambil alih bila ada obat mahal atau tindakan medis lanjutan. Semua harus gratis,” tegasnya.
Empat korban meninggal dunia telah diserahkan kepada keluarga masing-masing di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, untuk dimakamkan. Sementara korban luka ringan hingga berat masih menjalani perawatan di RS Islam Pemalang dan beberapa dirujuk ke rumah sakit di Semarang.
Agustina mengingatkan para penyelenggara wisata dan transportasi agar selalu memastikan kelayakan kendaraan yang digunakan. “Keselamatan warga adalah prioritas. Pastikan bus yang disewa dalam kondisi prima dan pengemudi juga sehat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Semarang, Manggala Aji Mukti, menyampaikan bahwa santunan kepada empat ahli waris korban telah diserahkan secara langsung. “Setiap ahli waris menerima Rp50 juta sesuai ketentuan. Sedangkan korban luka-luka mendapat jaminan biaya perawatan maksimal Rp20 juta,” jelasnya.
Manggala menambahkan, mekanisme pembayaran dilakukan melalui sistem garansi letter ke rumah sakit yang menangani korban. “Rumah sakit akan menagih langsung kepada Jasa Raharja sesuai biaya riil yang tercatat,” katanya.
Kecelakaan bus wisata tersebut terjadi pada Sabtu (25/10) pagi, ketika bus yang membawa 36 penumpang kehilangan kendali di ruas Tol Pemalang-Batang. Diduga, sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik.
Empat penumpang tewas di lokasi kejadian, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Kota Semarang langsung mengirim empat unit ambulans untuk membantu evakuasi dan pemulangan korban.
Agustina turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan Pemkot akan terus mendampingi proses pemulihan korban luka.
“Kami hadir untuk memastikan setiap warga mendapat perlakuan adil dan manusiawi. Ini bentuk tanggung jawab negara kepada rakyatnya,” ujar Wali Kota.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kelayakan armada pariwisata di Indonesia. Kemenhub mencatat, sejak awal tahun 2025, sedikitnya ada 34 kasus kecelakaan bus wisata di berbagai daerah.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar efisiensi biaya,” pungkas Agustina.
Reporter: Ismu Puruhito

