Agustina Wilujeng Ajak Warga Tanam Cemara Laut, Perkuat Pagar Alam Pesisir Semarang

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menjaga kawasan pesisir melalui kegiatan penanaman cemara laut di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Rabu (15/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mageri Segoro (memagari laut) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari ancaman abrasi, rob, dan penurunan tanah.

“Bagi Kota Semarang, pantai ini seperti pagar rumah. Kalau pagarnya rusak, rumah akan terancam,” ujar Agustina di hadapan ratusan peserta dari masyarakat, komunitas, dan perusahaan yang hadir.

Ia menegaskan bahwa menanam pohon bukan hanya seremoni, tetapi simbol tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam. “Hari ini kita menanam harapan agar garis pantai tidak terus mundur dan laut tetap menjadi sahabat, bukan ancaman,” tambahnya.

Menurut Agustina, fenomena land subsidence dan kenaikan muka air laut menjadi tantangan serius bagi Semarang. Kombinasi keduanya memperparah banjir rob dan mengancam pemukiman warga di wilayah pesisir.

Karena itu, ia menilai penanaman cemara laut adalah solusi jangka panjang yang murah, alami, dan berkelanjutan. “Cemara laut bukan sekadar pohon peneduh, tapi benteng alami yang menahan abrasi,” katanya.

Kegiatan Mageri Segoro kali ini diikuti 26 perusahaan melalui program CSR, di antaranya PT Indofood Noodle, PLN, Pertamina, Sido Muncul, dan PT KIW. Total 18.040 bibit mangrove dan cemara laut ditanam di pesisir Semarang, termasuk Pantai Baruna, Tirang, KIW, Trimulyo, dan Mangunharjo.

Selain perusahaan, kegiatan juga didukung oleh berbagai komunitas pesisir seperti Camar, Prenjak, KPA Semarang Mangrove, Kenari, Arjuna Berdikari, dan Tripari.

Pemerintah Kota turut melengkapi gerakan ini dengan penguatan infrastruktur seperti tanggul laut, sheetpile, serta optimalisasi SPAM dan PDAM untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada air tanah.

“Kalau kita semua bergerak, hasilnya akan terasa. Pantai yang kuat berarti kehidupan masyarakat juga kuat,” ucap Agustina.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun budaya menanam satu orang satu pohon setiap tahun. “Budaya cinta lingkungan harus jadi gaya hidup,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan pelepasan burung camar dan sesi bersih pantai oleh para peserta.

Gerakan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian nyata.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link