Apel Semarang Damai Jadi Upaya Mitigasi Kerawanan Kota

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa apel Semarang Damai bukan hanya simbol keamanan, tetapi juga strategi mitigasi potensi bencana dan kerawanan sosial.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan apel ini merupakan hasil koordinasi dengan Forkopimda. “Kami ingin Semarang damai dan aman sampai akhir tahun. Ancaman bukan hanya kriminal, tapi juga banjir, longsor, dan isu sosial,” ujarnya.

Apel berlangsung di halaman Balai Kota, Jumat (19/9), diikuti 316 peserta dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, dan ASN. Usai apel, dilakukan patroli gabungan menyusuri titik-titik rawan.

Agustina menegaskan pemerintah berkomitmen hadir langsung di tengah masyarakat. “Kita turun ke lapangan untuk memastikan semua potensi kerawanan bisa diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat penting. “Kami ingin semua stakeholder, bahkan ormas dan parpol, ikut dalam apel berikutnya,” katanya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M. Syahduddi, menambahkan bahwa patroli gabungan setiap hari sudah menjadi langkah preventif. “Kami pastikan situasi kota kondusif,” jelasnya.

Selain keamanan, pemerintah menyoroti kesiapan menghadapi musim hujan. Akses jalan sempit dan padat penduduk dinilai rawan kebakaran maupun banjir.

Agustina juga menyampaikan pentingnya partisipasi warga. “Masyarakat harus aktif melapor jika ada potensi bahaya. Ini kerja bersama,” ujarnya.

Dengan langkah preventif yang masif, Pemkot optimis Semarang bisa terhindar dari gangguan keamanan maupun bencana.

“Damai bukan hanya bebas dari konflik, tapi juga siap menghadapi kedaruratan,” pungkasnya.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link