Infrastruktur Jalan Mantap, Jateng Siap Genjot Ekonomi Daerah

SEMARANG – Hampir 90 persen jalan provinsi di Jawa Tengah kini dalam kondisi mantap. Angka ini diyakini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama dengan dukungan konektivitas logistik.

Kepala DPU Bina Marga Jateng, AR Hanung Triyono, menyebutkan bahwa dari total 2.440 kilometer jalan provinsi, sekitar 2.195 km sudah dalam kondisi baik. Sisanya, 10 persen masih dalam tahap pengerjaan.

Menurut Hanung, keberhasilan ini adalah hasil kombinasi perbaikan, pemeliharaan, dan preservasi jalan yang tersebar di seluruh wilayah.

Pengamat transportasi Undip, Dr Yudi Basuki, menyebut capaian ini positif bagi daya saing ekonomi Jateng. Namun, ia mengingatkan perlunya skema pemeliharaan berkelanjutan.

“Tanpa penertiban ODOL dan monitoring cerdas, jalan akan cepat rusak. Padahal biaya perbaikan jauh lebih besar dibanding pemeliharaan,” jelasnya.

Yudi menekankan pentingnya keadilan dalam perawatan jalan. Daerah dengan potensi industri dan pertanian harus mendapat prioritas agar distribusi barang lebih lancar.

Di sisi lain, jembatan timbang dianggap kunci pengendalian kendaraan ODOL. Selain itu, pemanfaatan aplikasi prediksi perawatan jalan bisa memastikan pemerataan anggaran setiap tahun.

Hanung menambahkan, sejumlah proyek strategis dengan betonisasi akan selesai akhir tahun ini. “Kami ingin jalan mantap bisa mendukung arus mudik 2026,” katanya.

Dengan infrastruktur jalan yang semakin baik, Jawa Tengah diharapkan menjadi tujuan utama investasi, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Reporter: Raffa Danish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link