SEMARANG – Fluktuasi harga pangan yang kerap memicu inflasi mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Semarang. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemkot berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi.
Program nasional ini digelar serentak di ribuan kecamatan, termasuk di Kota Semarang yang dipusatkan di Kampung Lasipin, Karangturi, Sabtu (30/8). Wali Kota Agustina Wilujeng hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Agustina menegaskan pentingnya intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. “Harga bahan pokok sangat sensitif. Dengan GPM, masyarakat bisa memperoleh pangan murah dan inflasi dapat dikendalikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Pemkot menyalurkan 13 ton beras SPHP, serta menyediakan minyak goreng, gula, telur, dan cabai dengan harga di bawah pasar.
Menurut Agustina, tantangan besar bagi Semarang adalah keterbatasan produksi pangan lokal. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat kerja sama dengan Bulog dan distributor.
“Distribusi menjadi kunci. Kami pastikan stok aman, terutama jelang musim penghujan,” katanya.
Selain GPM, Pemkot juga menggelar inovasi Kempling Semar dan aplikasi Lumpang Semar untuk menjaga ketersediaan pangan di masyarakat.
Masyarakat yang hadir mengaku terbantu dengan adanya GPM, karena harga jauh lebih terjangkau.
Agustina berharap kegiatan ini dapat rutin digelar sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Reporter: Ismu Puruhito

